Uji Organoleptik Jeli dengan Substitusi Tepung Biji Salak (Salacca edulis Reinw.) sebagai Makanan Tambahan untuk Anemia Defisiensi Besi
DOI:
https://doi.org/10.62358/hfsart91Keywords:
anemia, jeli biji salak, uji efektivitas, uji hedonik, zat besiAbstract
Anemia adalah salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi di negara berkembang, tidak terkecuali di Indonesia. Terdapat banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi anemia defisiensi besi, salah satunya adalah melalui pemberian makanan tambahan yang mengandung zat besi. Biji salak merupakan bahan alam yang belum banyak dimanfaatkan dan memiliki kandungan zat besi. Tujuan dari penelitian ini adalah pemanfaatan biji salak sebagai bahan baku jeli yang memiliki sensori yang dapat diterima dan disukai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perbedaan ukuran tepung biji salak dan jenis tepung pembentuk jeli, sehingga menghasilkan formulasi yakni F1 (80 mesh dan tepung agar-agar), F2 (100 mesh dan tepung agar-agar), F3 (80 mesh dan tepung puding), F4 (100 mesh dan tepung puding). Keempat formulasi dinilai oleh 30 panelis menggunakan uji hedonik dengan parameter warna, aroma, rasa, tekstur, dan overall. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan software SPSS. Uji normalitas menunjukkan nilai p<0,05 sehingga menggunakan uji non parametrik Kruskal-Wallis dan dilanjutkan Mann-Whitney pada taraf kepercayaan 95%. Selanjutnya, perlakuan terbaik ditentukan menggunakan uji efektivitas. Berdasarkan hasil penelitian, parameter aroma, tekstur, dan overall tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (p>0,05), sedangkan pada parameter warna dan rasa menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0,05). Rerata tertinggi pada warna, aroma, rasa, tekstur, dan overall masing-masing adalah 5,77 (F3); 5,47 (F3); 4,47 (F4); 3,97 (F3 dan F4); dan 4,37 (F4). Perlakuan terbaik adalah F4 karena mendapatkan nilai produk tertingi yakni 0,84
Downloads
References
Kemenkes. Riset Kesehatan Dasar 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2013.
Kemenkes. Riset Kesehatan Dasar 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018.
WHO. Haemoglobin concentration for the diagnosis of anaemia and assessment of severity. Geneva: World Health Organization; 2011.
Kemenkes. Surat Edaran Nomor HK. 03.3/V/0595/2016 tentang pemberian tablet tambah darah pada remaja putri dan wanita usia subur. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2016.
Syahwal S dan Dewi Z. Pemberian snack bar meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) pada remja putri. AcTion: Aceh Nutrition Journal. 2018; 3(1): 9-15. doi: 10.30867/action.v3i1.90
Deng GF, Shen C, Xu XR, et al. Potential of fruit waste as natural resources of bioactive compounds. International Journal of Molecular Sciences. 2012; 13: 8303-8323. doi: 10.3390/ijms13078308. PMID: 22942704.
Mulyaningsih TR. Kandungan unsur Fe dan Zn dalam bahan pangan produk pertanian, peternakan dan perikanan dengan metode k0-AANI. Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia. 2009; X(2): 71-80. DOI: http://dx.doi.org/10.17146/jstni.2009.10.2.651.
Indarto D, Nugraheni MA, Pamungkasari EP, et al. Makanan Tambahan Anemia dari Tepung Biji Salak Pondoh. Klaten: Nasmedia; 2023.
Purwanto N, Rismawati E, Sadiyah ER. Uji sitotoksik ekstrak biji salak (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Prosiding Penelitian SPeSIA Unisba 2015.
Rachmawati HE. 2017. Pengaruh dosis pemberian teh kulit salak terhadap asupan makanan dan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia. Tesis. Pascasarjana. Surakarta: Universitas Sebelas Maret; 2017.
Susanti T. 2018. Pengaruh dosis dan durasi pemberian tepung biji salak terhadap kadar hemoglobin dan indeks eritrosit pada tikus model anemia. Tesis. Pascasarjana. Surakarta: Universitas Sebelas Maret; 2018.
Nugraheni MA, Indarto D, Pamungkasari EP. Snake Fruit Seeds Flour-Fortified Jelly for Supplementary Feeding in Adolescent Girls with Anemia. J. Phys: Conf. Ser., 2019; 1374: 1-6. DOI 10.1088/1742-6596/1374/1/012013.
Prihananto V, Sulaeman A, Riyadi H, et al. Pengaruh pemberian makanan tambahan terhadap konsumsi energi dan protein ibu hamil. Jurnal Gizi dan Pangan. 2007; 2(1): 16-21. https://doi.org/10.25182/jgp.2007.2.1.16-21.
Agustina W, Harahap HP, Oktafirnanda Y, et al. Efektivitas jelly buah bit terhadap kadar hemoglobin ibu hamil. Journal of Pharmaceutical and Sciences. 2023; 1: 234-239. DOI:10.36490/journal-jps.com.v6i5-si.406.
Setyaningrum CH, Fernandez IE, Nugraheni RPY. Fortifikasi guava (Psidium guajava L.) jelly drink dengan zat besi organik dari kedelai (Glycine max L.) dan kacang hijau (Vigna radiate L.). Jurnal Agroteknologi. 2017; 11(01): 11-16. DOI:10.19184/j-agt.v11i1.5437.
Sani. Pengembangan Puding Instan Tinggi Fe sebagai Makanan Selingan untuk Remaja Putri. Skripsi. Fakultas Ekologi Manusia. Bogor: Institut Pertanian Bogor. 2014.
Rahmawati PS dan Adi AC. Daya terima dan zat gizi permen jeli dengan penambahan bubuk daun kelor (Moringa oleifera). Media Gizi Indonesia. 2016; 11(1): 86-93. DOI:10.20473/mgi.v11i1.86-93.
Rahim EM, Fadhilla R, Ronitawati P, et al. Penambahan Ekstrak Serai (Cymbopogon citratus) dan Ekstrak Tomat (Solanum lycopersicum) terhadap Kadar Proksimat, Fe, dan Vitamin C pada Permen Jelly). Jurnal Nutrisia. 2019; 21(2): 75-82. DOI:10.29238/jnutri.v21i2.145.
Nuaeni I, Proverawati A, Prasetyo TJ. Karakteristik sensori cookies bersubstitusi tepung pisang kepok dan disuplementasi tepung cangkang telur ayam. Journal of Nutrition College. 2020; 11(1): 74-86. DOI: https://doi.org/10.14710/jnc.v11i1.29377.
Winarno FG. Kimia Pangan dan Gizi edisi terbaru. Bogor: M-BRIO PRESS; 2008.
Wibawani NS, Oppusunggu R, Bakara TL. Pengaruh Penambahan Tepung Biji Durian Terhadap Daya Terima Mie Basah Tepung Biji Durian. Media Gizi Ilmiah Indonesia. 2023 Feb 28;1(1):1-9.
Purnama MR, Ilmi IMB, Amar MI, et al. Pengaruh Penambahan Bubuk Kokoa terhadap Sifat Kimia dan Organoleptik Snack Bar Biji Hanjeli. Jurnal Ilmu Pangan Dan Hasil Pertanian. 2021; 5(1): 49-58. DOI:10.26877/jiphp.v5i1.8179.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under CC BY-NC-SA 4.0 
- JURNAL PEMBARUAN KESEHATAN INDONESIA is the copyright owner of all materials published on this website.
- The formal legal provisions for access to digital articles of this electronic journal are subject to the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike license (CC BY-NC-SA 4.0), which means that JURNAL PEMBARUAN KESEHATAN INDONESIA and readers reserve the right to save, transmit media / format, manage in database, maintain, and publish articles as long as it continues to include the name of the Author.
- Published electronic manuscripts are open access for educational, research and library purposes. In addition to these objectives, the editorial board shall not be liable for violations of copyright law.








