Sosialisasi Manfaat Program Vasektomi pada Tenaga Kerja di Perusahaan Kota Medan
DOI:
https://doi.org/10.62358/jhp9zg98Keywords:
Vasektomi, Kontrasepsi Permanen, Tenaga Kerja, edukasiAbstract
Partisipasi pria dalam program Keluarga Berencana masih tergolong rendah, khususnya dalam penggunaan metode kontrasepsi mantap seperti vasektomi, yang disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan stigma sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pengambilan keputusan pria dalam memilih metode vasektomi. Vasektomi merupakan metode kontrasepsi permanen bagi pria melalui prosedur pembedahan yang melibatkan pemotongan atau ligasi vas deferens guna mencegah keluarnya sperma dari testis sehingga tidak terjadi pembuahan. Meskipun telah terbukti efektif dan aman, penerimaan terhadap metode ini masih rendah di berbagai kalangan, termasuk tenaga kerja. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, diskusi, dan sesi tanya jawab yang melibatkan sembilan orang tenaga kerja dari salah satu perusahaan di Kota Medan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai vasektomi, baik dari aspek prosedural, efektivitas, maupun dampaknya terhadap kesehatan. Sosialisasi ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pengetahuan peserta serta mendorong keterlibatan pria dalam pengambilan keputusan terkait kontrasepsi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan penerimaan dan partisipasi pria terhadap metode vasektomi sebagai bagian dari strategi penguatan program Keluarga Berencana
Downloads
References
1. United Nations Population Fund (UNFPA). World population dashboard. New York: UNFPA; 2023.
2. Badan Pusat Statistik (BPS). Proyeksi penduduk Indonesia 2020–2025. Jakarta: BPS; 2023.
3. Pemerintah Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah No. 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga. Jakarta: Kemenkumham; 2014.
4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Saku Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: Kemenkes RI; 2020.
5. World Health Organization (WHO). Family planning: A global handbook for providers. 3rd ed. Geneva: WHO; 2019.
6. Handayani R, Rahmawati D. Persepsi masyarakat terhadap metode kontrasepsi vasektomi di Indonesia. Jurnal Kesehatan Reproduksi. 2022;13(2):134-40.
7. Siregar MA, Lubis A. Peran promosi kesehatan dalam meningkatkan partisipasi pria dalam program KB. Jurnal Promosi Kesehatan. 2021;9(1):76-81.
8. Wahyuni S, Kartika Y. Peningkatan minat vasektomi melalui penyuluhan berbasis komunitas. Jurnal Pendidikan Kesehatan. 2020;8(3):112-8.
9. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2024). Statistik Keluarga Berencana Indonesia 2023. BKKBN.
10. International Labour Organization. (2021). Workplace health promotion: A guide for employers. ILO.
11. Blackstone, S. R., Nwaozuru, U., & Iwelunmor, J. (2017). Male involvement in family-planning decision-making in sub-Saharan Africa: What do the data say? PLOS ONE, 12(3), e0173453. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0173453
12. Shattuck, D., et al. (2016). Encouraging contraceptive uptake by motivating men to communicate about family planning: The MLE for the NURHI study in Nigeria. PLOS ONE, 11(8), e0158802.
13. Khan, S., et al. (2020). Effectiveness of interactive health-education interventions on male contraceptive knowledge. Journal of Public Health, 42(1), 45–53.
14. Henderson, J., & Sinha, R. (2020). Vasectomy: Current trends and controversies. International Journal of Men’s Health, 19(2), 120–128.
15. Centers for Disease Control and Prevention. (2021). Contraception for males: Vasectomy. CDC.
16. Ary, D., Jacobs, L. C., & Sorensen, C. (2014). Introduction to research in education (9th ed.). Wadsworth.
17. Ministry of Manpower, Republic of Indonesia. (2022). Workplace health and safety guidelines related to reproductive health. Kemenaker RI.
18. Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.
19. arden-O’Fallon, J. (2018). Quality of family-planning services: Integrating men. Global Health: Science and Practice, 6(3), 508–514.
20. Wilcher, R., Petruney, T., & Cates, W. (2009). The role of men in family planning. Studies in Family Planning, 40(2), 111–116.
21. Glick, P., & Sahn, D. E. (2018). Changes in male knowledge and attitudes toward contraception in developing countries. Demography, 55(3), 691–710.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Media Pengabdian Kesehatan Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under CC BY-NC-SA 4.0 
- MEDIA PENGABDIAN KESEHATAN INDONESIA journal is the copyright owner of all materials published on this website.
- The formal legal provisions for access to digital articles of this electronic journal are subject to the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike license (CC BY-NC-SA 4.0), which means that MEDIA PENGABDIAN KESEHATAN INDONESIA journal and readers reserve the right to save, transmit media / format, manage in database, maintain, and publish articles as long as it continues to include the name of the Author.
- Published electronic manuscripts are open access for educational, research and library purposes. In addition to these objectives, the editorial board shall not be liable for violations of copyright law.









