Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi Infeksi Cacing Melalui Makan dan Lingkungan pada Anak Sekolah Dasar Negeri 191 Pematang Kabau Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun
DOI:
https://doi.org/10.62358/da5yh273Keywords:
Infeksi Cacing, Edukasi, Anak Sekolah Dasar, Perilaku Hidup BersihAbstract
Infeksi cacingan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang meluas di seluruh dunia, terutama di daerah dengan kondisi sosial dan ekonomi yang kurang baik, menyebabkan gangguan kesehatan kronis yang berhubungan dengan faktor higienitas dan ekonomi, serta berdampak pada penurunan kondisi gizi. Di Indonesia, diperkirakan lebih dari 60% anak-anak menderita infeksi cacing, dengan prevalensi tertinggi ditemukan pada anak-anak usia 6-12 tahun atau anak sekolah dasar. Rendahnya mutu sanitasi, pencemaran tanah, dan kebiasaan seperti tidak mencuci tangan merupakan penyebab utama transmisi telur cacing.. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan upaya pencegahan dan penanggulangan infeksi kecacingan melalui penyuluhan dan praktik mencuci tangan serta gunting kuku yang benar pada 20 siswa kelas 1 dan 2 SDN 191 Pematang Kabau. Metode yang digunakan adalah pendekatan sosialisasi dan metode interaktif yang bersifat partisipatif, menggunakan media edukasi berupa PowerPoint visual, video YouTube, dan alat demonstrasi langsung (sabun, air, gunting kuku). Pengumpulan data dilakukan melalui kuis pengetahuan (pre-test dan post-test) secara lisan. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar anak belum mengetahui secara benar mengenai jenis-jenis cacing (95% belum tahu) dan cara mencuci tangan serta menggunting kuku yang benar (75% tidak tahu). Namun, setelah pemberian materi dan praktik, hasil post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang sangat efektif. Seluruh anak (100%) telah mengetahui gejala cacingan, cara mencegah infeksi, dan cara mencuci tangan serta menggunting kuku yang benar. Secara keseluruhan, program edukasi menggunakan ceramah interaktif, media visual, dan demonstrasi langsung terbukti sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa SDN 191 Pematang Kabau. Diharapkan kebiasaan hidup bersih ini dapat dilakukan secara konsisten untuk mencegah infeksi cacing dalam jangka panjang.
Downloads
References
1. Laddo N, B ESN. Fakumi medical journal. 2023;3(4):278–89.
2. Utara BM, Mayulu N. No Title. 2013;1.
3. Di K, Olak SDN, Kota K. PERILAKU HIDUP SEHAT TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT. 2019;1(1):31–4.
4. Utara US. Uji Aktivitas Antelmintik Ekstrak Etanol Daun Ekor Naga ( Rhaphidophora pinnata ( L .) Schott ) Secara In Vitro TALENTA Conference Series Uji Aktivitas Antelmintik Ekstrak Etanol Daun Ekor Naga ( Rhaphidophora pinnata ( L .) Schott ) Secara In Vitro. 2018;1(3).
5. Persada PK. Pengaruh Pengetahuan Terhadap Kejadian Kecacingan Pada Siswa SD Plus Karya Persada. 2025;1–5.
6. Lydia Lestari D. Infeksi Soil Transmitted Helminths pada Anak. Sci J. 2022;1(6):423–33.
7. Worm C, In I. ( EFFORTS TO PREVENT AND CONTROL WORM INFECTION IN. 2021;3:150–6.
8. Lubis NDA, Amelia S, Yulfi H, Panggabean M, Rozi MF. Evaluation of water, sanitation, and hygiene, behavioral aspects, household state for the diarrhea prevalence among students in the valley of sinabung volcano, North Sumatera, Indonesia. Open Access Maced J Med Sci. 2021;9:1175–81.
9. Sumatera N, Pasaribu AP, Alam A, Sembiring K, Pasaribu S, Setiabudi D. Prevalence and risk factors of soil- transmitted helminthiasis among school children living in an agricultural area of. 2019;1–8.
10. Sulatri NL, Bagus I, Yogeswara A, Nursini NW. Efektifitas sinar ultraviolet terhadap cemaran bakteri patogen pada makanan cair sonde untuk pasien immune-compremissed. 2017;5(2):112–8.
11. Sagita D, Meirista I, Yanti MG. Studi Etnofarmasi Bahan Alam pada Suku Anak Dalam ( SAD ), Desa Tanah Garo , Kecamatan Muara Tabir , Kabupaten Tebo , Provinsi Jambi Ethnopharmaceutical Study of Natural Resources Used by Anak Dalam Tribe in Tanah Garo Village , Muara Tabir , Tebo , Jambi. 2021;18(01):65–75.
12. Sari MT. Pemenuhan asupan gizi pada masyarakat “ suku anak dalam ( SAD )” yang menderita penyakit infeksi. 2023;17(3):253–61.
13. Masyarakat JP, Sdn DI, Beras SEI, Sinambela AH, Siahaan L, Ginting A, et al. Inspirasi Inspirasi. 2024;1:24–36.
14. Tentang E, Cacingan P, Cara DAN. Edukasi tentang penyakit cacingan dan cara mencuci tangan yang benar pada siswa sekolah dasar. 2023;1:1–4.
15. Setiawati E, Sjaaf F, Wahyuni S, Amran R. EDUKASI BAHAYA CACINGAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DAN PENCEGAHANNYA DI SDN 06 KAMPUNG-LAPAI KOTA PADANG Tahun 2022. 2022;3(2):36–43.
16. Kedokteran J, Palangka U, Sahariyani M, Sari RK, Tasyahuri SA, Parasitologi B, et al. PENGETAHUAN KECACINGAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO PADA HELMINTHIASIS EDUCATIONAL VIDEO AMONG THE ELEMENTARY SCHOOL. 12(2):63–7.
17. Informasi K, Pencegahan DAN. Indonesian Journal of Community. 2025;2(4):516–22.
18. Strunz EC, Addiss DG, Stocks ME, Ogden S, Freeman MC. Helminth Infection : A Systematic Review and. 2014;11(3).
19. Gyorkos TW, Maheu-giroux M, Blouin B, Casapia M. Impact of Health Education on Soil-Transmitted Helminth Infections in Schoolchildren of the Peruvian Amazon : A Cluster-Randomized Controlled Trial. 2013;7(9):1–10.
20. Cacingan M, Anak P. Indonesian Journal of Nursing Science and Practice. 2021;(1):7–12.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Media Pengabdian Kesehatan Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under CC BY-NC-SA 4.0 
- MEDIA PENGABDIAN KESEHATAN INDONESIA journal is the copyright owner of all materials published on this website.
- The formal legal provisions for access to digital articles of this electronic journal are subject to the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike license (CC BY-NC-SA 4.0), which means that MEDIA PENGABDIAN KESEHATAN INDONESIA journal and readers reserve the right to save, transmit media / format, manage in database, maintain, and publish articles as long as it continues to include the name of the Author.
- Published electronic manuscripts are open access for educational, research and library purposes. In addition to these objectives, the editorial board shall not be liable for violations of copyright law.









