Hubungan Sosial Budaya Dengan Kejadian Stunting Pada Balita  Usia 24-59 Bulan

Authors

  • Siti Nur Asyah Jamillah Ahmad Program Studi DIII Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Citra Bangsa Author
  • Frida S Pay Program Studi DIII Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Citra Bangsa Author

DOI:

https://doi.org/10.62358/9nqjyh19

Keywords:

sosial budaya, stunting, balita

Abstract

Desa Oben merupakan desa yang memiliki adat istiadat atau kebiasaan tertentu yang masih berlangsung hinggga sekarang. Beberapa orangtua beranggapan bahwa anak mereka sehat dan tidak mengalami stunting, sehingga orangtua tidak mau untuk dilakukan intervensi atau penanganan selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor sosial budaya terhadap kejadian stunting  pada balita di desa Oben Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif  dengan metode cross sectional. Populasi adalah seluruh balita yang ada di desa Oben. Total sampel dalam penelitian ini adalah 34 balita dengan usia 24-59 bulan dengan teknik sampel adalah purposive sampling. Hasil penelitian dilakukan analisis univariat dan bivariat kemudian diuji menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di desa Oben Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang dan tidak terdapat hubungan sosial budaya, kepercayaan makanan dan pengasuhan anak dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di desa Oben Kecamatan Nekamese.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Riskesdas. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.; 2018.

Damayanti, D. F., Widjanarko, B., & Purnami CT. Analisis Peran Manajerial Pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dalam Pelaksanaan Program Peningkatan Pemberian ASI (PPASI) di Wilayah Kota Pontianak. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia. 2016;4(1).

Rita Kirana, Aprianti NWH. Pengaruh Media Promosi Kesehatan Terhadap Perilaku Ibu Dalam Pencegahan Stunting Di Masa Pandemi Covid-19 (Pada Anak Sekolah Tk Kuncup Harapan Banjarbaru). Jurnal Inovasi Peneliti. 2022;2(9).

Kemenkes RI. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI Situasi Balita Pendek. Jakarta: Kemenkes RI; 2016.

Diskominfo. Informasi Stunting Kabupaten Kupang [Internet]. Dinas Kabupaten Kupang. 2022. Available from: https://kupangkab.go.id/Stunting-Kab-Kupang.html

Agustina TD. Kontribusi sosial budaya penyebab malnutrisi pada balita dikeluarga nelayan (Studi pada keluarga nelayan di kelurahan keteguhan kecamatan teluk betung barat kota Bandar Lampung. Lampung; 2010.

Salamung N, Haryanto J SF. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Stunting pada Saat Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Bondowoso. Jurnal Peneliti Kesehatan" Suara Forikes. 2019;10(4).

Kusumaningrum R. Studi epidemiologi sosial kejadian stunting anak balita suku dawan di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS)” Tesis. Kupang; 2014.

Rafika. Dampak Stunting Pada Kondisi Psikologis Anak. Buletin Jagaddhita. 2019;1(1).

Nurjannah. Determinan Sosial Budaya Kejadian Stunting Pada Suku Makassar Di Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto. Skripsi. Makasar; 2019.

Illahi RK ML. Gambaran sosio budaya gizi etnik madura dan kejadian stunting balita usia 24-59 bulan di Bangkalan Departemen Gizi Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Jurnal Unair. 2016;11(2).

Sundari, Ermawati & NN. Hubungan Asupan Protein, Seng, Zat Besi, Dan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Z-Score Tb/U Pada Balita.”. Jurnal Nutrision Collection. 2016;5(4).

Salma Kusumaningrum D. Hubungan Pengetahuan Dan Dukungan Keluarga Dengan Perilaku Pencegahan Stunting Pada Ibu Hamil. Herbal-Medicine Journal. 2022;5(2).

Dwi F. Hubungan antara Pola Asuh Keluarga dengan Kejadian Balita Stunting pada Keluarga Miskin di Palembang. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas. 2020;2(1).

Oktavia Ningtias, L. and Solikhah U. Perbedaan Pola Pemberian Nutrisi pada Balita dengan Stunting dan Non-Stunting di Desa Rempoah Kecamatan Baturaden. Jurnal Ilmu Keperawatan Anak. 2020;3(1).

Downloads

Published

2024-01-28

Issue

Section

Original Article

How to Cite

Hubungan Sosial Budaya Dengan Kejadian Stunting Pada Balita  Usia 24-59 Bulan. (2024). Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia, 1(1), 10-18. https://doi.org/10.62358/9nqjyh19