Pengaruh Pemberian Rebusan Rambut Jagung (Zea mays Linnaeus) terhadap Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi
DOI:
https://doi.org/10.62358/cbzh0b23Keywords:
hipertensi, lansia, rambut jagung, tekanan darah, vitamin cAbstract
Hipertensi adalah penyakit degeneratif yang sering menyerang lansia tanpa gejala nyata (silent killer). Selain obat kimia, bahan alami seperti rambut jagung (Zea mays L.) berpotensi menurunkan tekanan darah. Kandungan vitamin C dan senyawa bioaktif di dalamnya bekerja dengan menghambat enzim ACE serta meningkatkan nitric oxide untuk menjaga kelenturan pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian rebusan rambut jagung terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Semanding, Kabupaten Tuban. Pendekatan yang digunakan adalah quasi-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sebanyak 10 responden lansia dipilih melalui teknik purposive sampling. Intervensi berupa 200 ml rebusan rambut jagung yang diberikan satu kali sehari selama 14 hari berturut-turut, dikonsumsi 15 menit setelah sarapan pagi. Analisis data menggunakan uji Paired T-Test dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tekanan darah sistolik menurun dari rata-rata 166,20 mmHg menjadi 141,20 mmHg, dan diastolik dari 92,30 mmHg menjadi 81,50 mmHg. Nilai p = 0,001 (sistolik) dan p = 0,000 (diastolik), keduanya di bawah α = 0,05, mengindikasikan pengaruh yang signifikan secara statistik. Rebusan rambut jagung terbukti efektif sebagai terapi komplementer non-farmakologis dalam menurunkan tekanan darah lansia penderita hipertensi.
Downloads
References
1. Syarli S, Arini L. Faktor penyebab hipertensi pada lansia: Literatur review. Ahmar Metastasis Health J. 2021;1(3):112-7. doi:10.53770/amhj.v1i3.11.
2. Nursakinah Y, Handayani A. Faktor-faktor risiko hipertensi diastolik pada usia dewasa muda. J Pandu Husada. 2021;2(1):21. doi:10.30596/jph.v2i1.5426.
3. World Health Organization. Global report on hypertension. Geneva: World Health Organization; 2023.
4. Ariyanti IN, Fauziah LF. Hubungan rasio lingkar pinggang panggul dengan penderita hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Wire Kabupaten Tuban. Insologi. 2024;3(6):637-45. doi:10.55123/insologi.v3i6.4480.
5. Badan Pusat Statistik Kabupaten Tuban. Statistik daerah Kabupaten Tuban tahun 2022. Tuban: Badan Pusat Statistik Kabupaten Tuban; 2022.
6. Dzau VJ, Hodgkinson CP. Precision hypertension. Hypertension. 2024;81(4):702-8. doi:10.1161/HYPERTENSIONAHA.123.21710.
7. Salsabila S, Palupi NS, Astawan M. Potensi rambut jagung sebagai minuman fungsional. J Pangan. 2021;30(2):137-46. doi:10.33964/jp.v30i2.542.
8. Singh J, Inbaraj BS, Kaur S, Rasane P, Nanda V. Phytochemical analysis and characterization of corn silk (Zea mays, G5417). Agronomy. 2022;12(4):777. doi:10.3390/agronomy12040777.
9. Rabi OO, Omoba OS, Ibidunni OA. In vitro antioxidants and antihypertensive properties of corn silk-lemon infusion. Bull Natl Res Cent. 2022;46(1):1-14. doi:10.1186/s42269-022-00728-w.
10. Febtrina R, Simamora NB. Rebusan rambut jagung (Zea mays L.) efektif menurunkan tekanan darah penderita hipertensi di Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru. J Ners Indones. 2019;9(1):159-66. doi:10.31258/jni.v9.i1.159-166.
11. Rahmah F, Rahayu S, Hasanah U. Pengaruh pemberian rebusan rambut jagung (Zea mays L.) terhadap tekanan darah lansia di puskesmas. [Unpublished research]. 2024.
12. Shi S, Li S, Li W, Xu H. Corn silk tea for hypertension: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Evid Based Complement Alternat Med. 2019;2019:2915498. doi:10.1155/2019/2915498.
13. Lapčík L, Řepka D, Lapčíková B, Sumczynski D, Gautam S, Li P, et al. A physicochemical study of the antioxidant activity of corn silk extracts. Foods. 2023;12(11):2159. doi:10.3390/foods12112159.
14. Mardianingrum R, Firiani Y, Endah SRN, Ruswanto R. In silico study of corn silk luteolin (Zea mays L.) derivatives as potential antihypertensive agents. J Kim Sains Apl. 2025;28(3):155-67. doi:10.14710/jksa.28.3.155-167.
15. Purwono J, Sari R, Ratnasari A, Budianto A. Pola konsumsi garam dengan kejadian hipertensi pada lansia. J Wacana Kesehat. 2020;5(1):531. doi:10.52822/jwk.v5i1.120.
16. Rachmawati D, Sintowati R, Lestari N, Agustina T. Pengaruh diet DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension) terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi: studi literatur. In: Proceedings of The URECOL; 2021. p.150-7.
17. Sugiyono. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta; 2017.
18. Wardhani JRK, Zurriyani, Cahyadi E. Hubungan usia dan jenis kelamin dengan kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Meuraxa Banda Aceh. Future Acad J Multidiscip Res Sci Adv. 2024;2(4):903-11.
19. Widjaya N, Anwar F, Sabrina RL, Puspadewi RR, Wijayanti E. Hubungan usia dengan kejadian hipertensi di Kecamatan Kresek dan Tegal Angus, Kabupaten Tangerang. J Kedokt YARSI. 2019;26(3):131-8. doi:10.33476/jky.v26i3.756.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under CC BY-NC-SA 4.0 
- JURNAL PEMBARUAN KESEHATAN INDONESIA is the copyright owner of all materials published on this website.
- The formal legal provisions for access to digital articles of this electronic journal are subject to the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike license (CC BY-NC-SA 4.0), which means that JURNAL PEMBARUAN KESEHATAN INDONESIA and readers reserve the right to save, transmit media / format, manage in database, maintain, and publish articles as long as it continues to include the name of the Author.
- Published electronic manuscripts are open access for educational, research and library purposes. In addition to these objectives, the editorial board shall not be liable for violations of copyright law.








