Edukasi Pembuatan Jamu Herbal untuk Peningkatan Kesehatan Keluarga di Belakang Padang, Batam

Authors

  • Fifin Oktaviani Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Batam, Batam Author
  • Hilda Muliana Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Batam, Batam Author
  • Heldi Candra Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Batam, Batam Author
  • Nisa Andryani Nadapdap Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Batam, Batam Author

DOI:

https://doi.org/10.62358/mv1vma58

Keywords:

Jamu herbal, Kesehatan keluarga, Edukasi masyarakat

Abstract

Pergeseran gaya hidup modern yang ditandai dengan pola makan tidak sehat dan tingkat stres yang tinggi meningkatkan risiko penyakit degeneratif serta menurunkan daya tahan tubuh. Jamu tradisional merupakan warisan budaya Indonesia yang secara ilmiah terbukti mengandung senyawa bioaktif bermanfaat bagi kesehatan. Ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan Belakang Padang, Kota Batam, masih memiliki pengetahuan terbatas dalam mengolah rimpang menjadi jamu yang higienis dan berkualitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam membuat jamu kesehatan berbahan dasar serai, temulawak, kunyit, jahe, dengan pemanis gula merah. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung, disertai evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dihadiri oleh 45 orang ibu rumah tangga pada tanggal 31 Mei 2025. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta dari rata-rata 58% menjadi 89% setelah kegiatan, serta kemampuan peserta dalam membuat jamu secara mandiri. Kegiatan ini diharapkan menjadi dasar pengembangan industri rumah tangga berbasis keluarga dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

1. World Health Organization. WHO global report on traditional and complementary medicine 2019. Geneva: World Health Organization; 2019. p. 1–228.

2. Adiyasa MR, Meiyanti M. Pemanfaatan obat tradisional di Indonesia: distribusi dan faktor demografis yang berpengaruh. J Biomedika Kesehat. 2021;4(3):130–8. DOI:10.18051/jbiomedkes.2021.v4.130-138.

3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2019. p. 1–614.

4. Arnida A, Fadlilaturrahmah F, Sulistyowati A, Nabila N, Putri H, et al. Pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai upaya peningkatan kesehatan keluarga. J Pengabdi Kpd Masy. 2022;6(1):45–53. DOI:10.20527/btjpm.v6i1.4128.

5. Hewlings SJ, Kalman DS. Curcumin: a review of its effects on human health. Foods. 2017;6(10):92. DOI:10.3390/foods6100092.

6. Mao QQ, Xu XY, Cao SY, Gan RY, Corke H, Beta T, et al. Bioactive compounds and bioactivities of ginger (Zingiber officinale Roscoe). Foods. 2019;8(6):185. DOI:10.3390/foods8060185.

7. Anwar K, Fitriana M. Pemberdayaan masyarakat dengan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) dalam pembuatan jamu untuk meningkatkan imunitas tubuh bagi masyarakat Desa Sungai Besar Kabupaten Banjar sebagai pencegahan Covid-19. J Pengabdi Al-Ikhlas. 2021;3(1):1–6. DOI:10.31602/jpaiuniska.v7i1.4761.

8. Puteri AD, et al. Pelatihan pengolahan produk jahe sebagai upaya pemberdayaan masyarakat di masa pandemi Covid-19. J Pengabdi ILUNG. 2021;1(1):1–7. DOI:10.20527/ilung.v1i1.3471.

9. Kusumo AR, Wiyoga FY, Perdana HP, Khairunnisa I, Suhandi RI, Prastika SS. Jamu tradisional Indonesia: tingkatkan imunitas tubuh secara alami selama pandemi. J Layanan Masy. 2020;4(2):465–71. DOI:10.20473/jlm.v4i2.2020.465-471.

10. Riyadah M, Sholihah SDH, Handayani FT, Fidausi W, Andhara VG, Ma'ruf Y, et al. Pelatihan pembuatan serbuk jamu tradisional di Desa Mojotrisno Kecamatan Mojoagung sebagai upaya peningkatan nilai ekonomis. BERNAS J Pengabdi Kpd Masy. 2026;7(2):1258–65. DOI:10.31949/jb.v7i2.17682.

11. Ekpenyong CE, Akpan E, Nyoh A. Ethnopharmacology, phytochemistry, and biological activities of Cymbopogon citratus (DC.) Stapf extracts. Chin J Nat Med. 2015;13(5):321–37. DOI:10.1016/S1875-5364(15)30023-6.

12. Shah G, Shri R, Panchal V, Sharma N, Singh B, Mann AS. Scientific basis for the therapeutic use of Cymbopogon citratus, stapf (Lemon grass). J Adv Pharm Technol Res. 2011;2(1):3–8. DOI:10.4103/2231-4040.79796.

13. Rahmat E, Lee J, Kang Y. Javanese turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.): ethnobotany, phytochemistry, biotechnology, and pharmacological activities. Evid Based Complement Alternat Med. 2021;2021:9960813. DOI:10.1155/2021/9960813.

14. Pulido-Moran M, Moreno-Fernandez J, Ramirez-Tortosa C, Ramirez-Tortosa M. Curcumin and health. Molecules. 2016;21(3):264. DOI:10.3390/molecules21030264.

15. Anh NH, Kim SJ, Long NP, Min JE, Yoon YC, Lee EG, et al. Ginger on human health: a comprehensive systematic review of 109 randomized controlled trials. Nutrients. 2020;12(1):157. DOI:10.3390/nu12010157.

16. Saputro AD, Van de Walle D, Dewettinck K. Palm sap sugar: a review. Sugar Tech. 2019;21(6):862–7. DOI:10.1007/s12355-019-00743-8.

17. Suprianto, Sumantri A, Rusdi M, Siregar MF, Bakti IR, Bunda YP. Pelatihan pembuatan minuman sehat jamu instan kering (MSJIK) bagi ibu PKK Desa Cinta Rakyat Percut Sei Tuan. Mejuajua J Pengabdi Masy. 2021;1(2):45–52. DOI:10.52622/mejuajua.v1i2.7.

18. Fitri R, Lia DAZ, Filianti, Murniati A. Edukasi dan pelatihan kewirausahaan pembuatan jamu untuk pemberdayaan perempuan desa Langlang Kabupaten Malang. Vivabio J Pengabdi Multidisiplin. 2021;3(2):26–34. DOI:10.35799/vivabio.3.2.2021.35017.

Downloads

Published

2026-07-24

Issue

Section

Articles

Similar Articles

41-42 of 42

You may also start an advanced similarity search for this article.